mochiroll
Sore itu, langit Yogyakarta merunduk kelabu. Di halte bus Malioboro, Dahayu berdiri dengan map penuh catatan kuliah di pelukannya. Hujan rintik yang turun pelan tak kunjung diikuti bus, membuatnya resah. Hingga petir mendadak menyambar, memecah keramaian, dan kertas-kertasnya jatuh beterbangan disapu angin.
Saat Dahayu berusaha meraih lembar-lembar itu, seorang pemuda asing muncul lebih cepat. Dengan tenang ia menahan kertas yang hampir terbawa ke jalan, lalu menyerahkannya kembali. Sekilas tatapan bertemu, sederhana namun cukup untuk meninggalkan bekas.
Bagi orang lain, mungkin itu hanya kebetulan kecil di tengah hujan. Tapi bagi Dahayu, ada sesuatu yang berbeda-sebuah perasaan samar yang tak bisa dijelaskan, seolah pertemuan singkat itu menyimpan awal dari kisah yang lebih besar.