nas05f2
"Dunia tidak hancur oleh ledakan. Dunia mati dalam keheningan yang mencekam."
Tepat pukul 14.00, atmosfer bumi mendadak berubah. Molekul oksigen lenyap tanpa jejak dalam hitungan detik. Tanpa jeritan, tanpa kepanikan, seluruh manusia di Kota Astrajanta tumbang secara massal. Otak mereka mematikan kesadaran, meninggalkan dunia yang mendadak hening bak makam raksasa.
Di tengah jutaan tubuh yang tergeletak koma dan langit siang yang berubah hitam pekat, hanya ada dua orang yang tetap berdiri tegak: Arunika Nalini dan Elang Restra.
Mereka bukan sekadar beruntung. Tubuh mereka menyimpan rahasia genetik mutakhir hasil eksperimen kelam orang tua mereka dua pasang ilmuwan sahabat yang terpisah demi melindungi anak-anaknya. Runi dan El diciptakan bukan cuma untuk bertahan hidup di dunia tanpa udara, tapi untuk menjadi kunci terakhir pemulih peradaban.
Terjebak di bumi yang mati, Runi dan El harus saling mengandalkan untuk bertahan hidup, menghadapi radiasi matahari yang menyengat, hingga akhirnya benih-benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun, ketika mereka membangun keluarga kecil dan melahirkan generasi baru, sebuah kenyataan pahit terkuak.
Bencana oksigen ini bukanlah akhir, melainkan baru babak pertama dari ancaman yang jauh lebih besar.