Yas_pena
Alya Shafira, menikah bukan karena cinta, melainkan karena waktu yang tidak memberinya pilihan. Di hari kelulusannya, ia kehilangan ibu. Dan juga kehilangan hak untuk menolak hidup yang sudah ditentukan oleh orang lain.
Pernikahan dengan Haidar Zaydan Al-Arsyad, seorang gus dari keluarga pesantren, membawanya ke dunia yang rapi secara agama, namun dingin secara rasa. Di sana, Alya belajar bahwa sah tidak selalu berarti dicintai.
Di tengah kesepian yang tak pernah diucapkan, hadirlah Hamzah Zhafir Raihan, ustadz muda yang tidak pernah menjanjikan apa pun, kecuali kehadiran. Ia tidak menyentuh, tidak meminta, tidak memiliki, namun justur itulah yang membuat Alya bertahan.
Ketika pernikahannya runtuh, ketika cinta mulai tumbuh, dan ketika takdir kembali menagih harga yang paling mahal, Alya kembali harus memilih, antara bertahan pada masa lalu, atau merelakan cinta yang tak pernah sempat ia miliki.
Karena tidak semua cinta di takdirkan untuk bersama, sebagian hanya datang, untuk mengajarkan cara kehilangan yang teramat menyakitkan.