Febry206
- Reads 539
- Votes 116
- Parts 5
Rumah Sakit Harapan bukan sekadar tempat untuk berobat. Bagi tujuh anak yang telah menghabiskan sebagian hidup mereka di sana, rumah sakit adalah rumah kedua, tempat mereka belajar menerima kenyataan, membangun persahabatan, dan perlahan melupakan mimpi yang dulu pernah mereka genggam.
Semuanya berubah ketika seorang pasien baru datang dengan tekad yang berbeda. Di saat harapan terasa mustahil, kehadirannya justru membuat mereka kembali mempertanyakan satu hal:
Apakah sebuah mimpi benar-benar berakhir hanya karena waktu yang dimiliki tidak lagi panjang?
Di antara tawa, air mata, dan hari-hari yang terus berjalan, delapan anak itu akan menemukan bahwa terkadang, harapan bisa hidup melalui orang lain.
Cerita pertamaku,maaf kalau jelek wehehe, dan tidak sesuai dengan aslinya