GirlAquarius
- Reads 136
- Votes 19
- Parts 34
"Sekarang saya tanya; kamu memilih mempertahankan gelar sebagai istri tapi merelakan hak menjadi seorang ibu? Atau, kamu tetap memilih menjadi ibu, namun harus melepas gelar sebagai istri saya?"
Satu kalimat itu menjadi garis pembatas yang menghancurkan mimpi Kayla. Di saat ada nyawa yang baru saja berdenyut di rahimnya, Dimas justru memberinya pilihan yang mustahil. Dimas tidak ingin menjadi suami yang absen di masa sulit, namun tugas di luar pulau selama berbulan-bulan membuatnya merasa tidak layak mendampingi Kayla yang tengah berbadan dua.
Niat Dimas yang ingin menjadi "suami siaga" justru berujung pada pengusiran yang menyakitkan. Bagi Kayla, itu adalah penolakan. Bagi Dimas, itu adalah keputusasaan karena waktu yang sama sekali tidak tepat.
"Bagi saya, rumah adalah bangunan yang ada kamu di dalamnya. Percuma rumah itu megah jika tak ada kamu di sana. Kamu adalah rumah saya, La."
Tiga bulan berlalu, dan tugas itu berakhir. Namun, saat Dimas pulang untuk menjemput "rumahnya", pintu itu sudah tertutup rapat. Kayla telah pergi, membawa rahasia besar dan luka yang ia simpan sendiri, menghilang tanpa jejak.
"Sebab terkadang, niat baik yang disampaikan dengan cara yang salah hanya akan menyisakan ruang kosong. Dan kini, Dimas harus belajar bahwa kata maaf seringkali datang saat waktu sudah tak lagi berpihak."