capunginlove's Reading List
3 stories
Matthew by midorieodoremi
midorieodoremi
  • WpView
    Reads 2,218
  • WpVote
    Votes 1,559
  • WpPart
    Parts 31
Sebuah pernikahan dimulai bukan karena cinta, bahkan sebelum mereka benar-benar saling mengenal. Hanya keyakinan dan harapan yang menggenggam mereka-keyakinan yang samar, seperti berjudi dengan takdir yang tak pernah menjanjikan kemenangan. Mereka percaya, cinta akan tumbuh setelah janji suci pernikahan terucap. Tapi kenyataan tak mengenal janji. Ia datang membawa sunyi, tekanan, dan luka yang tak kunjung sembuh. Hari demi hari, komunikasi menjadi asing. Senyuman hanya menjadi sebuah kebiasaan menutup setiap kebohongan. Bahkan kalimat sederhana seperti "Aku mencintaimu" tak pernah terucap. Lalu, apakah itu masih bisa disebut pernikahan yang bahagia? Di balik harapan yang dulu mereka genggam, kini hanya tersisa pertanyaan: Apakah cinta memang harus ditunggu dalam kesakitan? Apakah kunci dari setiap luka, tekanan, dan kekecewaan itu adalah 'bertahan dan berdoa'? Ada apa dengan perjalanan pernikahan mereka? Matthew-"Pemberian dari Tuhan. Tuhan mendengar." Karena terkadang, Tuhan tak memberi cinta di awal cerita. Ia menunggu kita tenggelam dulu dalam luka... sebelum mengulurkan tangan. Weekly Rank #3 Penantian #32 Harapan #142 Luka #58 Pasutri
Tengah Tengah by valeriepatkar
valeriepatkar
  • WpView
    Reads 252,575
  • WpVote
    Votes 14,549
  • WpPart
    Parts 18
SUDAH TERBIT. Maika selalu berada di tengah-tengah dunia. Jadi anak tengah di keluarga besarnya, jadi penengah di setiap pertengkaran kawan-kawannya, tinggal di tengah kota yang sesak dengan banyak nyawa. Di tengah-tengah mereka, Maika selalu menjadi di antara. Ada atau tidak ada. Dianggap atau tidak dianggap. Tidak baik, tidak juga buruk. Tidak senang, tidak juga menderita. Tidak penting, tidak juga sia-sia. Sedangkan Rio selalu berada di ujung. Entah sebagai awal atau sebagai akhir. Entah untuk menjadi dasar atau menjadi puncak. Entah dimulai dari nol atau berakhir menjadi seratus. Ketika Rio mulai berpijak di awal untuk menuju akhir, Maika ada di tengah-tengahnya. -- Tengah Tengah ; /te·ngah/ tempat (arah, titik) di antara dua tepi (batas): sela-sela; antara (orang banyak, kumpulan, dan sebagainya).
Professor's Dark Desire  by criminal_looks
criminal_looks
  • WpView
    Reads 2,913,886
  • WpVote
    Votes 42,825
  • WpPart
    Parts 51
Professor's Dark Desire [18+] - just as a warning this story contains themes of abuse, assault, and unhealthy relationships. If these topics are difficult for you, please read with caution because this story is definitely on the darker side of dark romance <3 ... "Tell me you little slut....." his hand moved from her thigh, nearing her soaking wet pussy. "Am I the first to touch you like this?" He paused, plunging his middle finger into her needy cunt. She let out a piercing cry as his finger grazed her tight hole. "Fucking answer me" he roared thrusting his middle finger in and out of her whilst devouring her clit, a feeling she was so unfamiliar to. He looked up at her, watching her helpless little face plead for mercy. "Answer......" She couldn't form a sentence "I-......" her eyes widened when he took her clit between his teeth as punishment for not answering. "Maybe......" Alejandro hated her response, it triggered him. He thrusted another finger into her earning another cry. "Who?" He demanded an answer as he angrily fingered her inexperienced pussy. Thrusting in and out in deep strokes, earning a guttural moan each time. "I'll fucking kill him" he spoke huskily, moving up to her jaw, harshly kissing it, still ploughing his fingers inside of her. "Tell me Yara, who the fuck has touched you like this" he bellowed, using his free hand to squeeze her jaw in a menacing grip, making her hiss. He withdrew his hand mid-stroke, bringing his drenched fingers up to her and shoving them in her mouth, making her taste her own juices. "Does he make you this wet?" He dug his fingers deeper into the back of the throat. Inflaming her gag reflexes. She let out a muffled sob.....