sad
6 stories
RETAK 2 || Narasi 2 hati oleh AzharaNatasya
AzharaNatasya
  • WpView
    Membaca 304,353
  • WpVote
    Suara 43,248
  • WpPart
    Bagian 10
"𝐀𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐚𝐲𝐚𝐩 𝐦𝐮, 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐦𝐮." Jika mencintaimu adalah luka yang hebat, maka melepas kamu adalah hal terberat. "Aku dengar terowongan bawah tanah yang menghubungkan Istiqlal dan Katedral sudah jadi." "Stella, tempat ibadah yang bersebelahan atau bersamaan juga gak menjamin berjodoh." Lagi-lagi kisah ini prihal perbedaan yang menyakitkan. ©17 Agustus 2021 ⚠️Bisa dibaca terpisah 🏃 Start 17 Agustus 2021 🏁 Finish ___
Pramoedya [PREVIEW] oleh Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Membaca 236,944
  • WpVote
    Suara 59,445
  • WpPart
    Bagian 20
[Sudah tersedia di toko buku] Dimitri kembali pulang, tapi di tengah perjalanan, ia menyadari bahwa pulangnya tidak lagi terasa sama. Yang dibawanya bukan hanya koper dan kenangan dengan kota New York, tapi juga rindu. Rindu yang sampai mati pun ia tahu tidak akan pernah berbalas. Dari awal ia menunggu di boarding room, berjalan di garbarata, mengantre di kabin yang sesak, duduk di kursi dekat jendela--karena dia memang sengaja membayar mahal untuk view itu, sampai ia melihat lampu-lampu New York untuk terakhir kalinya, Dimitri sadar benar bahwa pulangnya tidak akan pernah bersambut. Tapi tetap, ia berkata lirih, "Pram, aku pulang." Tenderlova, 2022
00.00 oleh ameysiaa
ameysiaa
  • WpView
    Membaca 61,264,358
  • WpVote
    Suara 5,848,477
  • WpPart
    Bagian 51
"𝚂𝚎𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚞𝚔𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚍𝚞𝚔𝚊." -𝒜𝓂𝑒𝓎𝓈𝒾𝒶𝒶, 𝟢𝟢.𝟢𝟢 "Tolong jemput gue, Ka," pinta gadis itu. "Gak bisa, gue mau jemput Nilam." Jawaban dari seberang sana. "Berarti gue boleh minta jemput Sekala?" tanya gadis itu akhirnya. "Ganjen banget! Pesen taksi kan bisa." Gadis itu memasang raut tak percaya. "... gak waras lo, Ka." •••• "Lo lebih ngebela Nilam dibanding gue yang pacar lo sendiri, Ka!?" bentak Kara. "Nilam itu lagi sakit, Kara!" Naka balas membentak gadis itu. "Iya, sakit jiwa!" tandas Kara. •••• "Naka! Lo bilang lo bakal selalu percaya ama gue!" ucap Kara memohon "Itu dulu. Minggir!" ucap Naka dingin. •••• "Bahagia terus, Kara." "Lo peduli?" •••• "Pilihan lo cuma dua." "Mati tragis." "Atau hidup tragis." -00.00 Start ➡️11 April 2021 End ➡️9 Agustus 2021
KEENAN & MONOKROM oleh agaitzie
agaitzie
  • WpView
    Membaca 23,266
  • WpVote
    Suara 3,748
  • WpPart
    Bagian 30
Catatan tentang perjalanan Keenan bersama dengan ke-empat sahabatnya. The five star, forever life! Keenan, Satzy, Liam, Feby, Revaldo. colaboration podcast suaraibra & syzygyhan as a writer. cp Oktober 2021 RANK ☑ #1ceritabagus in 14 oct 2021 #1ceritakeren in 15 oct 2021 #1goodmood in 16 oct 2021 #1revaldo in 16 oct 2021 #1feby in 19 oct 2021 #1monokrom in 7 january 2022 #1monokrom in 27 january 2022
[1] SEAMIN TAK SEIMAN [end✓] oleh clmaalliza
clmaalliza
  • WpView
    Membaca 139,696
  • WpVote
    Suara 13,164
  • WpPart
    Bagian 20
"Titip salam untuk Tuhanmu. Katakan padanya aku menyayangi salah satu hambanya dan maaf karena sudah berani mengagumi hambanya sedangkan aku bukan umatnya" Skuy mampir ^^ [10/01/2021] #1 seamintakseiman [20/07/2021] #1 katedral [20/10/2021] #1 Istiqlal [21/05/2022] #1 romansa [05/07/2022] #1 bayu [30/12/2021] #2 kila [11/07/2022] #6 gilang [03/10/2022] #14 nct2020 [21/05/2022] #19 nctu [23/09/2022] #30 sad story [12/07/2022] #137 kpop [21/05/2022] #160 najaemin [24/11/2020] #347 acak [03/10/2022] #451 nct 127 [21/05/2022] #728 nctdream [21/05/2022] #825 jaemin
Sadewa✔ oleh Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Membaca 190,588
  • WpVote
    Suara 43,353
  • WpPart
    Bagian 13
Part of "Antologi Bulan Desember" Di antara 12 bulan yang ada, Sadewa paling suka bulan desember. Bulan dimana pohon-pohon flamboyan favoritnya mulai bermekaran. Bulan dimana hujan mulai kerap mengguyur daratan. Bulan dimana ia bertemu dengan Aryo. Sadewa suka desember, tapi dia lebih suka Aryo. "Aryo sudah besar, Mas. Jadi Mas Dewa nggak usah ngurusin hidup Aryo lagi." anak itu berkata begitu. Meski dadanya sakit, Sadewa lebih suka Aryo dibanding bulan desember. ©tenderlova | Sadewa, 2020