YinEyin2
Hujan turun perlahan, seolah langit ikut menahan sesuatu yang tak sempat diucapkan.
Di bawah cahaya lampu yang hangat, seorang laki-laki berdiri diam payungnya terbuka, tapi bukan untuk dirinya. Ia menahan dingin, menahan basah, hanya agar satu orang di hadapannya tetap terlindungi.
Perempuan itu duduk di hadapannya, gaun putihnya menyentuh jalan yang basah. Ia menatap ke atas, bukan sekadar melihat, tapi seolah mencari jawaban tentang perasaan, tentang waktu, tentang sesuatu yang mungkin sudah terlambat untuk diungkapkan.