haimawar
- LECTURAS 14,524
- Votos 941
- Partes 33
Terlahir cacat bukanlah keinginan semua orang, jika cacat akan menjadikan hidup menjadi lebih berat kenapa tetap diberikan hidup. Dibenci, dibully, dimaki sudah menjadi makanan sehari-hari oleh remaja berusia 17 tahun itu. Bahkan oleh keluarganya sendiri, apapun itu ia tidak akan pernah membenci siapapun.
Terlahir cacat? Ya, memang itulah dia. Satu hal yang ia inginkan "kasih sayang dari ibunya." Tidak apa jika ia harus mendapatkan rasa sakit yg terlalu jauh.
"Apapun itu, aku tidak pernah membenci ibu." Januarta Dwitama.