rabbitlalaa
- Reads 50,100
- Votes 2,944
- Parts 43
Axel membenci Levi lebih dari apa pun.
Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi.
Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri.
Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri.
Sampai perlahan, Axel mulai sadar...
Ada sesuatu yang disembunyikan Levi.
Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan.
Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya.
Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya...
Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah.
Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.