Onechannnnn
- Reads 1,046
- Votes 189
- Parts 78
"Hidupku penuh kelinglungan. Bagai bidak Ratu yang tidak tahu apa kegunaan dirinya sendiri. Meski tertatih-tatih, terseok-seok, mala jadi darah, nelangsa jadi napas, sendu jadi nyawa, aku tetap menggertakkan gigi, demi fantasi kebahagiaan yang akan aku raih."
Ophelia, oh, Ophelia, tidak ingin mati, tidak ingin hidup, dia hanya ingin bahagia. Maka dunia menawarkan mala padanya-dengan sangat kurang ajar. Tapi, Ophelia mencintai manusia, dia mencintai seni, mencintai catur, mencintai ilmu pengetahuan, mencintai Jeremy-berapa banyak alasannya untuk tetap ada ketika dunia menuntut ujung dari dirinya?