Ikaz_aja
- Reads 148
- Votes 15
- Parts 13
Bagi dunia luar, Gabriel adalah anak emas yang jenius, tajam, dan tidak tersentuh.
Namun saat lampu rumah padam dan Rezz sudah terlelap karena kelelahan, Gabriel harus berhadapan dengan musuh terbesarnya, pikirannya sendiri.
βMelihat tumpukan tagihan bengkel kakaknya dan mendengar suara lelah ayahnya di telepon, Gabriel mulai mempertanyakan eksistensinya. Dia merasa seperti lubang hitam yang hanya menyerap biaya, tenaga, dan kasih sayang tanpa bisa memberikan bantuan nyata.
Di matanya, istilah "Jangkar" yang sering dibanggakan kini terasa seperti kata ganti untuk sebuah "Beban" yang harus diseret ke mana-mana agar kapal tetap stabil.
βTerhimpit oleh rasa bersalah yang tidak bersuara, Gabriel memutuskan untuk bergerak di tengah malam. Tanpa kata-kata puitis, dia mulai melakukan tindakan-tindakan kecil-memperbaiki sistem laptop ayahnya secara diam-diam hingga membereskan perkakas bengkel kakaknya yang berantakan.
β
"πΆππ πππππ ππππ πππππ ππ ππππππ πππππ πππππ, π±πππ. ππππ πππ πππππ πππππππ πππππ π’πππ ππ πππ πππ πππππ ππππ πππππ ππ πππππ. " -πΆππππππ.
β’ α΄α΄α΄
α΄ α΄‘Ιͺα΄Κ α΄Ιͺ, ππ¬π’π» π΄π¦π£π’π¨π’πͺ π΄πΆπ΅π³π’π₯π’π³π’ π₯π’π― π’πͺ π΄π¦π£π’π¨π’πͺ π΄π΅π’π§π§.
β’ ΚΚα΄α΄Κα΄ΚΚα΄α΄α΄
α΄Κα΄α΄