BerlianChibi
- Reads 3,268
- Votes 538
- Parts 8
"Mommy, kuncirnya jangan terlalu kencang," gumam Lisa kecil sambil mengucek matanya yang masih mengantuk. Ia duduk di atas kursi kayu tinggi di dapur, sementara kakinya yang mengenakan kaus kaki bergambar anak ayam berayun-ayun di udara.
Di matanya, Lisa adalah segalanya. Lisa adalah alasan mengapa ia sanggup bertahan menjalani jam kerja residen kedokteran yang gila di rumah sakit universitas. Jennie mengusap pipi gembil Lisa dengan ibu jarinya.
"Mommy janji. Setelah operasi terakhir selesai, Mommy langsung menjemputmu. Oke?"
"Janji kelingking?" Lisa menyodorkan jari kelingking kecilnya.
Jennie menautkan jari kelingkingnya yang panjang dengan milik Lisa. "Janji kelingking."
Jennie menyentuh permukaan kaca, jarinya seolah membelai wajah Lisa dari jauh. 'Bagaimana bisa aku meninggalkanmu, Lisa?' batinnya. Namun, setiap kali ia melihat apartemen mereka yang sempit dan daftar tagihan yang menumpuk, Jennie tahu ia harus melakukan sesuatu yang besar.
Saat itu, Jennie belum tahu bahwa keputusan yang ia anggap "demi masa depan Lisa" justru akan menjadi luka paling dalam yang akan menghancurkan hati putrinya beberapa tahun kemudian.
EBOOK AVAILABLE