jaeyblush
- Reads 603
- Votes 433
- Parts 25
Sama seperti kamu, aku tak pandai merangkai kata dalam jumlah banyak. Namun, semesta begitu baik hati karena menghadirkan kamu yang selalu berbicara, menyingkap ruang di antara kita. Dia adalah pusat perhatian yang bersinar terang, sementara aku hanyalah satu dari sekian banyak jiwa yang menatap dengan kagum dari kejauhan, memahami bahwa kita terpisah oleh dunia yang berbeda.
Batas itu, yang tak kasat mata namun terasa nyata, bernama 'pantas'. Meski rasa ini dalam dan tulus, aku sadar aku tak akan pernah cukup pantas untuk kamu, untuk hadir dalam kisah yang sama. Namun, dalam diam dan jarak, aku tetap menjaga hangatnya rasa ini, sebagai pelita kecil yang setia menyinari harapan yang terpendam.