vioreanic
- Reads 599
- Votes 124
- Parts 5
"Papi, Ibu... menurut kalian, rumah itu apa sih?"
Sagara dan Sisca masih mengingat jelas hari ketika Viola kecil menanyakan hal itu.
Saat itu, mereka belum tahu bahwa bertahun-tahun kemudian, setiap anak mereka akan mencari arti "rumah" dengan caranya masing-masing.
Ada yang menemukannya di atas panggung.
Ada yang di balik meja rapat.
Ada yang di antara halaman-halaman buku.
Ada pula yang menemukannya di lintasan berkuda dan lapangan panahan.
Hingga akhirnya mereka mengerti...
Rumah tidak selalu memiliki alamat.
Kadang, rumah adalah sepasang tangan yang selalu terbuka menyambut kepulangan.
Kadang, rumah adalah orang-orang yang selalu membuat kita ingin kembali.
Karena pada akhirnya, di antara mimpi, tawa, dan pertengkaran kecil, mereka selalu menemukan jalan pulang.
Ke sebuah rumah... yang bernama "kita".