pjigycyg's Reading List
3 stories
HUJAN YANG DIBERI TUHAN II : Saat tubuh tak lagi patuh by ccprmtha_19
ccprmtha_19
  • WpView
    Reads 6,345
  • WpVote
    Votes 534
  • WpPart
    Parts 139
Di usianya yang ke-26, hidup Rafka terlihat sempurna dalam hitungan angka. Sebagai Manajer Keuangan muda, ia adalah ahli dalam mengatur arus kas dan merencanakan masa depan. Namun, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-27, "laporan keuangan" hidupnya menunjukkan selisih yang tak terduga. Tubuhnya yang biasanya tangkas mendadak terasa asing, langkahnya goyah, dan jemarinya sering kali gagal memegang sesuatu. Alih-alih merayakan ulang tahun dengan pesta, Rafka justru menerima kado paling berat dari langit : diagnosis Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Penyakit saraf progresif ini mulai merampas kendali atas otot-ototnya, mengancam akan melumpuhkan geraknya, bicaranya, hingga napasnya. Bagi Rafka, diagnosis ini adalah hujan badai yang datang saat langit pribadinya sedang cerah-cerahnya. "Hujan yang Diberi Tuhan II" adalah tentang sebuah keluarga yang memilih untuk tidak berteduh dan bersembunyi, melainkan belajar untuk saling menggenggam dan menari bersama di bawah rintik ujian. Karena pada akhirnya, ALS mungkin melumpuhkan otot Rafka, tapi ia tak akan pernah bisa melumpuhkan cinta dan iman yang tumbuh subur di rumah mereka.
Monokrom [RE-PUBLISH] [Heavy; Goodbyes]  by Swarasendja
Swarasendja
  • WpView
    Reads 523,815
  • WpVote
    Votes 34,450
  • WpPart
    Parts 52
[UPDATE ULANG : Setiap hari 1-2 Chapter] Bagi Keshkara Askalandra, hidup hanyalah serangkaian luka yang tidak pernah diberi waktu untuk sembuh. Baginya, dunia sudah berhenti di hari ibu kandungnya, Ayunda, mencoba menenggelamkannya sebelum akhirnya memilih menyayat nadi tepat di depan matanya saat aksi melenyapkannya gagal. Trauma itu meninggalkan lubang besar di jiwanya, disertai gema tuduhan yang datang dari segala sisi-termasuk dari dirinya sendiri: "Ini semua salahmu." Beberapa waktu setelah kematian Ayunda, Damar akhirnya menjemput Keshka untuk tinggal bersama keluarga "sempurnanya", rumah megah itu justru menjadi medan perang dingin baru untuknya. Jeffan, si sulung yang dingin, dan Gara, yang tahta sebagai anak bungsunya direbut, melihat Keshka bukan sebagai saudara, melainkan sebagai noda yang merusak kebahagiaan keluarga mereka. Di rumah itu, Keshka tetap diam. Ia menerima setiap tatapan tajam dan pengabaian sebagai bentuk penebusan dosa atas kehadirannya yang tak diinginkan. Ia membiarkan jantungnya yang rapuh bekerja sendirian, menanggung sesak tanpa pernah mengeluh. Namun, ketenangan Keshka yang ganjil mulai mengusik rasa ingin tahu kedua kakaknya. Hingga suatu hari, sebuah kejadian tak terduga meruntuhkan tembok kebencian itu. Gara mulai melihat luka-luka yang disembunyikan Keshka di balik baju seragamnya, menyadari bahwa adik yang selama ini ia musuhi sedang berjuang melawan rasa sakit yang jauh melampaui masalah jantungnya. Satu persatu rahasia tentang masa lalu Damar dan kehancuran Ayunda mulai tersingkap. Saat kebencian mulai berubah menjadi rasa bersalah, Jeffan dan Gara dipaksa menghadapi kenyataan pahit: Keshka sudah terlalu lama hancur sendirian. Kini, mereka harus berpacu dengan waktu sebelum jantung yang selama ini mereka abaikan benar-benar berhenti berdetak-atau sebelum Keshka sendiri yang memilih untuk menyerah pada dunia. [Cerita sudah selesai - End]
Ramadhan Untuk Aksa by sugavarnate
sugavarnate
  • WpView
    Reads 14,242
  • WpVote
    Votes 961
  • WpPart
    Parts 21
[ Brothership Story ] Aksa pikir, kehidupannya selama ini cukup membahagiakan. Meski berteman dengan obat-obatan, tapi binar senyum di wajah remaja 16 tahun itu jarang sekali pudar. Ia akan merasa bahagia untuk hal sekecil apapun, bahkan saat Ibunya sekedar menelpon dan bertanya hal sesederhana, 'Sudah makan, Sa?', anak itu akan tersenyum lebar memberi jawaban. Ya, cukup dengan mendengar suara sang Ibu dari kejauhan. Aksa juga merupakan anak yang penurut. Jarang sekali kata 'tidak' keluar dari bibir tipisnya. Ia hanya akan tersenyum lalu mengangguk. Untuk apapun itu. Tapi saat kedua bola matanya tanpa sengaja melihat kalender yang terpampang di dinding kamar rawat malam itu, Aksa mulai berpikir, mungkin ini saatnya ia meminta sesuatu. Sebelum waktu yang ia punya benar-benar habis, Aksa hanya ingin menuntaskan kewajibannya sebagai manusia yang memiliki Tuhan. Sekali saja. "Bang, puasa besok Aksa ikut, ya?" Meski nyatanya anak itu tidak pernah benar-benar merasakannya. ••••• Ramadhan Untuk Aksa, sebuah cerita singkat yang akan menyuguhkan kisah manis berbalut rasa sakit tentang dua manusia yang hanya memiliki satu sama lain, berusaha menjaga semestanya masing-masing. -malliakth