munchiesberry
- Reads 963
- Votes 214
- Parts 9
⚠️CW// swearing/cursing, bad words⚠️
Giselle Aretina percaya bahwa hidup adalah deretan algoritma yang bisa diprediksi. Segalanya harus berjalan di satu garis lurus, efisien, logis, dan tanpa distorsi emosi. Baginya, ketenangan adalah kemewahan yang ia bangun dengan tembok tinggi, menjauhkan dirinya dari keriuhan kampus dan drama manusia-termasuk menjauh dari Arlo Jarenoah, pria yang menjadi pusat gravitasi di setiap tempat yang ia pijaki.
Namun, seemesta seakan memaksa garis hidup Giselle yang linear bersinggungan dengan frekuensi Arlo yang dinamis. Di antara tumpukan data riset dan debu piringan hitam di toko musik tua, Arlo mulai menyadari bahwa sifat dingin Giselle bukanlah sebuah ketiadaan, melainkan sebuah pelarian. Di sisi lain, kehadiran Arlo yang hangat perlahan mengacaukan ritme jantung Giselle yang biasanya stabil.
Di tengah tekanan ekspektasi keluarga dan bayang-bayang masa lalu yang belum usai, keduanya harus memilih: tetap berjalan di garis masing-masing yang aman namun sepi, atau membiarkan detak jantung mereka beradu dalam satu denyut yang sama.
"Kadang gue bingung, lo itu emang dingin karena nggak punya hati, atau karena hati lo terlalu penuh sama luka sampe nggak ada ruang lagi buat orang baru?" - Arlo.
- Munchiesberry 2026