aeloic
- Reads 18,525
- Votes 1,647
- Parts 28
"Sejauh apa pun porselen kota melangkah, ia akan menemukan rumah sejatinya pada aroma tanah dan ketulusan doa di pelosok desa."
Elian van der Zyl adalah definisi dari sebuah permata yang terlalu dijaga. Pemuda blasteran Indonesia-Belanda berparas cantik dan berkulit seputih porselen ini menghabiskan hidupnya di bawah pengawasan ketat sang Daddy, Julian van der Zyl-seorang aristokrat dingin yang tak tersentuh.
Perjalanan singkat menghadiri pernikahan kerabat di Desa Genting, tanah kelahiran Mommy-nya, semula hanya dianggap sebagai liburan biasa. Namun, di balik rimbunnya pohon jati dan gemericik air sungai, Elian menemukan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan Daddy-nya: kebebasan untuk bernapas.
Mengenakan kaos oversize milik Daddy-nya, Elian mulai melebur dalam kesederhanaan desa, mulai dari belajar membungkus nasi dengan daun pisang, memandikan bayi keponakannya di sumur tua, hingga mengajar anak-anak desa melukis di paviliun kaca yang dibangun khusus untuknya.
Ini bukan sekadar cerita tentang pulang kampung. Ini adalah tentang bagaimana sang Elang yang protektif belajar melepaskan sayapnya, dan bagaimana sang Permata Kota menemukan akar hidupnya di tengah kearifan lokal yang bersahaja.