PutriSafitria
- Reads 1,314
- Votes 100
- Parts 24
Sebagai Alpha tertinggi dari Pack Black Wood yang ditakuti, Arkan Valerius selalu hidup dalam dominasi mutlak, dan kemenangan. Baginya, dunia sederhana: siapa kuat, dialah yang berkuasa.
Arkan tidak pernah mengenal kata gagal, sampai malam di mana kawanannya berhasil membantai Pack Crimson Crescent dalam sebuah perang wilayah yang berdarah.
Di antara barisan tawanan yang berlutut pasrah, Arkan menemukan Renan-seekor Omega jantan langka yang menolak untuk tunduk. Bukannya gemetar ketakutan di bawah aura intimidasi Arkan yang mencekik, Renan justru menatapnya dengan sepasang mata madu yang penuh dendam, bahkan nekat menggigit tangan sang Alpha hingga berdarah.
Sial bagi Renan, pemberontakannya justru memicu insting purba di dalam darah Arkan. Bau feromon beri liar milik Renan berteriak lantang bahwa pemuda pembangkang itu adalah fated mate-nya yang ditakdirkan oleh Moon Goddess.
Alih-alih menjebloskannya ke penjara bawah tanah, Arkan memilih membawa Renan ke mansion utara dan mengurungnya di dalam kamar pribadinya.
Arkan bertekad menggunakan segala cara-firasat dominasi, kekuatan fisik, hingga jeratan kontrak wilayah-untuk menjinakkan sang Omega.
Namun, menaklukkan Renan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di saat Arkan sibuk meredam keliaran pasangannya, ancaman dari luar datang menghampiri. Mantan Alpha Renan yang kejam ternyata masih hidup dan mengincar Renan kembali.
Ketika hak miliknya diusik, sisi posesif dan protektif Arkan yang paling gelap akhirnya meledak. Arkan siap meratakan siapa pun yang berani menyentuh miliknya, sembari membuktikan pada Renan bahwa tidak ada tempat yang paling aman di dunia ini... selain bersandar pasrah di bawah kungkungan dadanya.
"Kau boleh mencakar dan menggigitku sekeras yang kau mau di siang hari, Renan. Tapi saat malam tiba dan feromonmu memohon padaku... kau tidak punya pilihan selain tunduk di bawah kuasaku." - Alpha Arkan Valerius.