Indaheart_
Kepergian ibu hari itu membawa hujan bulan Desember semakin dingin dan dingin. Ada kekosongan yang mereka kira sudah terisi. Ada perasaan yang mereka pikir sudah tahu ke mana harus tumpah. Tapi ternyata semuanya masih utuh, dingin, dan berdebu.
Tapi di antara semua itu, ada satu hal yang Biantara lupakan: bahwa kehilangan masih berkuasa di atas segalanya. Dia tak memberi dirinya waktu untuk berduka atau meneteskan air mata. Hingga saat waktunya tiba, dia tewas terbunuh bom waktu yang tanpa sadar telah tumbuh disela-sela retak hatinya.
© Indaheart, 2026.