SayektiWulandari's Reading List
3 stories
Tulisan Sastra✔ by Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Reads 16,142,835
  • WpVote
    Votes 1,771,167
  • WpPart
    Parts 31
[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.
[✔] 1. DEAR J by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 49,732,079
  • WpVote
    Votes 4,168,515
  • WpPart
    Parts 38
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia] ❝Untukmu, Na Jaemin. Laki-laki tak sempurna Sang pengagum hujan dan sajak❞ ©tx421cph
Feeling by sawitri_1
sawitri_1
  • WpView
    Reads 2,303
  • WpVote
    Votes 1,166
  • WpPart
    Parts 8
Perkenalkan Diriku Binta Ayu Nindhita Putri, yang hanyalah seorang remaja putri yang kini berada pada ambang kepercayaan. Kepercayaan yang mungkin telah diragukan oleh kebanyakan orang. Ini adalah ceritai-Ku dimana kepercayaan diuji dan bukan tentang kebohongan untuk seseorang atau oleh seseorang, mungkin jalan pikiranku berbeda dengan kebanyakan orang, atau justru benar adanya.. hhh semua ini adalah sebatas kyalanku, semua ini adalah imajinasiku, tidak akan pernah ada yang berani mengubahnya kecuali diriku atau engkau yang terlibat dalam duniaku. Ketika rindu ini telah menyelimuti nafas dan ketika harap tak berarti, ketika itulah diriku tertekan akan adanya fakta dan realita yang dibuat oleh raga ini. Dan maafkan aku yang hanya bisa memendam semua perasaan yang kulimpahkan kepadamu, hingga tanpa sadar aku telah melakukannya sampai sekarang. Salam dari seorang remaja yang mungkin telah menghilang selamanya..