NISRINAMADU27
- Reads 643
- Votes 15
- Parts 16
Cerita ini adalah kisah tentang luka yang tidak terlihat oleh mata, namun menggema dalam jiwa.
Aluna Sasmita adalah gadis biasa dengan mimpi yang sederhana yakni lulus kuliah, menikah dengan kekasihnya, dan hidup bahagia. Tapi takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan tragis merenggut cinta sejatinya, Arga, dan meninggalkan tubuh serta jiwanya dalam keadaan remuk.
Brachial Plexus Injury merupakan cedera yang membuat lengan kanannya mati rasa dan tak lagi bisa digerakkan, hal ini menjadi titik awal dari kehilangan yang jauh lebih dalam yakni kehilangan arah, kehilangan harapan, kehilangan makna hidup.
Hari-hari Aluna tak hanya menyiksa fisik, tapi juga mengoyak mental. Ia belajar berlapang dada dan menerima semua takdir tersebut. Tak hanya menerima saja ia harus berjuang lebih keras untuk kesembuhannya sendiri.
Namun dalam kehancuran itu, perlahan Aluna memilih untuk tetap bertahan. Bukan karena dia sudah sembuh, tapi karena dia mulai memahami bahwa bertumbuh bukan berarti harus kembali seperti semula. Terkadang, luka justru menjadi akar dari kekuatan baru.
Ini adalah kisah tentang bagaimana seseorang bertumbuh meski tubuh tak lagi sempurna, meski hidup tak lagi sama. Tentang bagaimana kehilangan bisa membentuk ulang manusia, dan bagaimana cinta, meski telah pergi, bisa tetap menyalakan nyala di hati yang paling gelap.