Alpha_Bravo119
- Reads 1,484
- Votes 163
- Parts 30
Hari pertama bekerja seharusnya menjadi awal yang biasa bagi Naya. Namun takdir mempertemukannya kembali dengan seseorang yang pernah mengisi masa kecilnya-Arga.
Teman SD yang dulu paling ceria, paling cepat berlari, kini duduk di atas kursi roda.
Sebelum Naya sempat memahami perubahan itu, ia dikejutkan oleh kenyataan lain. Arga bukan lagi anak laki-laki yang dikenalnya, melainkan Direktur Utama termuda di perusahaan tempatnya bekerja.
Di balik sikap tenang dan senyum tipisnya, Arga menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Sementara Naya perlahan menemukan bahwa pria itu masih memiliki hati yang sama-hangat, tulus, dan selalu mendahulukan orang lain.
Namun ketika cinta mulai tumbuh, Arga justru memilih menjauh. Ia percaya bahwa dirinya hanyalah beban yang tak pantas diperjuangkan.
Mampukah Naya meyakinkan Arga bahwa kehilangan langkah bukan berarti kehilangan masa depan? Ataukah mereka akan membiarkan rasa yang sama kembali menjadi kenangan?
Karena terkadang, seseorang tidak membutuhkan kaki untuk terus melangkah. Ia hanya membutuhkan seseorang yang bersedia berjalan di sisinya.