pshaconne
- Reads 2,228
- Votes 409
- Parts 12
Sancaka Bimawarsa adalah raga yang berjalan tanpa nyawa. Sejak raga Givana meluruh menjadi abu, ia percaya bahwasanya kapasitasnya untuk mencintai seseorang telah habis. Kala ia menerima perjodohan dengan Dias, itu bukan karena ingin membuka lembaran baru, melainkan hanya untuk sekadar melanjutkan sisa hidupnya.
Di sisi lain, Dias Erlangga melangkah ke pelaminan dengan hati yang masih berdarah. Ia terjebak dalam memori tentang Dion yang belum tuntas, sebuah perasaan yang belum selesai dan luka yang belum benar-benar kering. Ia dipaksa hidup berdampingan dengan Sancaka, sementara jiwanya masih meratapi kehilangan yang berbeda.
Satu tahun lamanya, mereka berbagi atap dalam keheningan yang menyesakkan. Dua orang asing yang saling memunggungi - Sancaka yang setia pada abu Givana, dan Dias yang terbelenggu oleh bayang-bayang Dion yang menyakitkan.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul sebuah tanya yang kian menyiksa:
Bagaimana cara mencintai seseorang, tanpa harus mengoyak luka lama dengan cara yang salah?
Bagaimana cara mengatakan "aku mencintaimu" ketika kau merasa tidak lagi memiliki ruang di hati untuk siapa pun?
Ini adalah kisah tentang Sancaka dan Dias. Tentang dua jiwa yang belajar bahwa - mencintai kembali bukanlah tentang melupakan, melainkan tentang bagaimana menyentuh luka satu sama lain dengan cara yang paling lembut.