Xuizen1
- Reads 603
- Votes 248
- Parts 23
Berawal saat Tasya rajin ke warteg membantu Mak Ning jualan. Dia tidak sengaja bertemu Angga sebagai pelanggan baru Mak Ning. Karena keduanya saling penasaran dengan kepribadian masing-masing, mereka berusaha mendekatkan diri.
Angga adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Di usianya yang belum genap 17 tahun, Angga menjadi dewasa karena keadaan yang memaksanya. Ibu Angga selalu memberikan tekanan hidup kepada Angga dan adik-adiknya. Sehingga Angga berusaha menanggung tanggung jawab yang seharusnya bukan jadi tanggung jawab dia.
Sedangkan Tasya adalah anak orang kaya yang ingin mendapatkan kebebasan hidup saat ayahnya mulai posesif di saat dia ingin menikmati masa remajanya.
Mereka berdua memiliki kesamaan yaitu anak yatim. Karena keduanya saling membagi cerita, apakah Angga mampu menahan perasaannya kepada Tasya?
.
"Lo pernah pacaran sebelumnya, Sya?" Angga pratama.
"Tidak. Itu buang-buang waktu, tapi munafik jika aku tidak ingin di cintai. Aku tidak pernah ingin mengikat suatu hubungan yang tidak pasti. Aku hanya memberi waktu pada diriku sendiri agar terlihat pantas untuk orang yang aku suka. Dan aku juga memberikan waktu pada seseorang yang menyukaiku agar dia terlihat pantas aku cintai." Adista Atasya Kamila.
N/B : cerita ini adalah cerita pertama aku, jadi maaf jika ada typo berterbangan, atau ada kesalahan bahasa dan jika ada unsur kasar itu hanyalah sekedar bumbu agar pembaca lebih menghayati dan bisa membayangkan cerita sesungguhnya.
Terima kasih sudah mengapresiasi cerita aku dengan vote dan komen, jika tidak ada apresiasi dari kalian mungkin aku menyerh melanjutkan cerita ini.