Cerpen
2 stories
LAKI LAKI PENGUNGKIT de NastiAinunMardiah
NastiAinunMardiah
  • WpView
    Leituras 8
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 4
Sekarang aku sedang duduk di bangku kuliah semester 5 Administrasi Niaga Program Studi Akuntansi Keuangan Publik, kalau kuliah aku pulang kampung untuk menemui Orangtua ku untuk mengobati rasa rindu ku kepada mereka. Aku anak Pertama dari 4 bersaudara dan baru aku yang kuliah yang dibawah ku sedang duduk di bangku pesantren kelas 2 Aliyah, terus yang nomor 3 sedang duduk dibangku SD kelas 5 SD dan yang terakhir sedang duduk dibangku TK. Aku juga sudah mempunyai pacar yang sedang bekerja di PT Pelindo, kami sudah pacaran selama setahun satu bulan. Entah kenapa belakangan ini kami suka berdebat dan yang aku benci darinya saat berdebat itu adalah ia suka mengungkit kesalahan kesalahan yang sudah aku perbuat selama ini. Dan malam ini aku pun berdebat lagi, hal yang selalu jadi perdebatan adalah masalah kabar dan kabar. Aku selalu bertanya pada diriku kapan masalah kabar ini bisa berakhir dan tidak akan pernah dibahas lagi, namun nyatanya tak pernah usai masalah kabar ini. Hemmmmm kenapa semuanya membuat ku sangat bingung dan pusing. Kenapa malam ini kami berdebat lagi masalah kabar itu dikarenakan aku pergi berwirit malam jum'at muda mudi desa yang memang sudah rutin dilakukan setiap malam jum'at bahkan dia pun tau tentang kegiatan ini dan juga tau kalau saat aku dikampung maka aku akan ikut bergabung diwiritan itu terus HP ku akan aku tinggalkan rumah agar nanti tidak mengganggu ku saat menghadiri wiritan itu. Tapi nyatanya apa itu pun jadi bahan debatan kami malam ini.
IBU YANG SANGAT PERHITUNGAN de NastiAinunMardiah
NastiAinunMardiah
  • WpView
    Leituras 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
Aku Aina seorang Mahasiswi yang tengah duduk di bangku kuliah semester lima dengan mempunyai tiga adik. Adik aku yang pertama itu Rasyid sedang menuntut ilmu di pondok pesantren kelas 5 pesantren, adik aku yang kedua itu Fitri sedang duduk di bangku SD kelas 5 dan adik aku yang ketiga itu Hasby yang tengah duduk di bangku TK. Kami tinggal di perdesaan yang sangat padat akan pemukiman, kami terbilang keluarga sederhana tidak lah kaya. Lalu kedua Orangtua ku mempunyai pribadi yang berbeda, Ayah aku orangnya sangat royal dan Ibu ku orang nya pelit sangat pelit, bahkan jika dia tau anaknya punya tabungan dia pasti marah jika anaknya mempunyai tabungan tapi masih saja minta uang pada Orangtua tapi jika tak ada tabungan ibu ku juga malah marah karna apa apa masih selalu mengharapkan orang tua, jadi punya tabungan salah tak punya pun makin salah. Jadi pada suatu hari aku berantam sama ibu ku gara gara masalah uang, padahal yang aku belanjakan itu adalah uang tabungan ku selama ini.