bolopuculo
- Membaca 45,384
- Vote 2,233
- Bab 112
Perjalanan Seo Jae-wook, petarung MMA raksasa setinggi 197cm asal Korea ke Moskow seharusnya hanya tentang satu hal: menghancurkan lawan di atas ring dan membawa pulang gelar juara. Namun, takdir memiliki rencana lain di jalanan Rusia yang membeku.
Sore itu, di tengah padatnya trotoar setelah berbelanja kebutuhan pokok, Jae-wook ditabrak oleh seorang pria berambut putih dengan setelan jas mahal yang tampak terburu-buru. Pria itu adalah Valentin Smirnov, seorang fixer mafia kelas atas yang sangat disegani. Insiden belanjaan yang tumpah memicu perdebatan panas di antara dua pria yang sama-sama keras kepala. Jae-wook, yang tidak bisa berbahasa Rusia, langsung menyerang dengan bahasa Inggrisnya yang kasar dan penuh provokasi saat ia menyadari siapa sosok di depannya dari bisik-bisik orang sekitar.
Jae-wook menatap rendah ke arah Valentin, memberikan smirk merendahkan sembari memindai penampilan pria Rusia yang lebih pendek darinya itu.
Jae-wook: "Heh, you call yourself a mafia? How can a mafia not have a single tattoo? Aren't mafiosi always known as... marked men?"
Valentin, yang biasanya tenang dan mematikan, hanya menatap Jae-wook dengan mata birunya yang sedingin es. Bukannya marah, ia justru melepaskan tawa kecil yang terdengar sangat meremehkan.
Valentin: "A dog barks because it's scared, but a predator doesn't need to show its teeth until it's time to eat. Stick to your cage, little fighter. The real world doesn't have a referee to save you from me."
Pertemuan yang dimulai dengan tabrakan tak sengaja itu berubah menjadi permainan kucing dan tikus yang berbahaya. Jae-wook segera menyadari bahwa di Rusia, lawan paling mematikan bukanlah mereka yang memakai sarung tinju di dalam ring, melainkan pria berambut putih tanpa tato yang mengendalikan segalanya dari balik bayang-bayang.