Lalybra
- Reads 627
- Votes 181
- Parts 11
Bagi Xiao Zhan, dunia Formula 1 adalah tentang presisi, strategi ban, dan batas profesionalisme. Sebagai Race Engineer sekaligus Head of Race Engineering Red Bull Racing berusia 32 tahun, ia punya sejuta alasan untuk membentengi dirinya dari urusan asmara---mulai dari jarak usia, trauma masa lalu, hingga label red flag yang sengaja ia sandangkan pada dirinya sendiri.
Namun, semua logika dan rumus pertahanan Xiao Zhan sama sekali tidak mempan di hadapan Wang Yibo.
Pembalap utama Red Bull berusia 22 tahun itu adalah definisi kekacauan yang tak bisa dikendalikan. Di lintasan, Yibo adalah pembalap bernomor 85 yang tak kenal takut. Di luar lintasan, ia adalah brondong nekat yang pantang menyerah menembus benteng Xiao Zhan.
Lima tahun Xiao Zhan berusaha mendorongnya menjauh dengan alasan yang sama. Dan selama lima tahun itu pula, Yibo selalu memberi jawaban yang sama.
"Benderamu boleh saja merah, Zhan. Tapi kau lupa ... aku ini bantengnya."
Dua pilihan untuk Xiao Zhan: tetap bertahan di balik kata 'profesional', atau membiarkan dirinya ditaklukkan oleh pembalap yang tidak pernah takut pada tanda bahaya?