Historical Romance
5 stories
Our Summer Nightmare by arianevaeh
arianevaeh
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
Di kehidupan pertamanya, Arianna menyerahkan seluruh hidupnya untuk menjadi mata bagi sang suami, Lucio Accardi, yang kehilangan penglihatan akibat tragedi mengenaskan di musim panas. Namun, cinta mereka yang sedalam lautan pun tak dapat mencegah akhir tragis yang menghantam dengan kepedihan yang tak tertahankan. Ketika waktu diputar kembali dan takdir sekali lagi mempertemukan mereka, Arianna bersumpah bahwa ia akan memastikan mata Lucio tetap bisa melihat dunia. Namun, sebuah pertanyaan perlahan mengusik benaknya; apakah ia benar-benar satu-satunya orang yang mengingat rasa sakit dari kehidupan sebelumnya?
Isolde of Brirenth by arianevaeh
arianevaeh
  • WpView
    Reads 940
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 7
Isolde adalah seorang Putri dari Brirenth sekaligus penerus takhta urutan pertama. Namun, sebuah sistem yang telah lama mendominasi negeri ini segera merenggut hak itu darinyaㅡmemaksanya keluar dari baris suksesi hingga disisihkan dari segala urusan politik dan negara. Ia hanya dibiarkan hidup seperti burung dalam sangkar. Di tengah rasa sepi dan kebebasan yang direnggut, ia mendambakan cinta. Namun, hidup tak pernah berjalan sesuai keinginannya. "...sang Kaisar menyampaikan niat baiknya untuk meminangmu dan menjadikanmu sebagai permaisurinya." Kata-kata itu diucapkan layaknya penyihir yang merapal kutukan kejam dan tak berbelas kasih, seolah ingin mengantarkan hidupnya ke dalam jurang tragedi. © Agustus 2022, Republish pada November 2023
When Sylsikia Fell by arianevaeh
arianevaeh
  • WpView
    Reads 878
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 16
Georgiana adalah seorang putri dari negeri taklukan yang ditempatkan dalam pandangan sang kaisar. Ia seharusnya hanya diawasi, diukur, dibatasi, dan tak pernah dimaksudkan untuk berarti. Namun di istana yang diperintah oleh kekuatan dan ketakutan, ia justru menjadi satu-satunya suara yang didengarkan sang kaisar. "Aku ingin mendengar pendapatmu." Satu kalimat sederhana, namun di situlah sejarah mulai bergeser.