elsezyyyy
- Reads 1,372
- Votes 244
- Parts 3
Suara hujan mengguyur deras di luar jendela apartemen kecil itu. Haechan memandangi layar ponselnya yang menampilkan tulisan "Tamat - Love in My Dream". Ia baru saja menyelesaikan novel romantis populer yang akhir-akhir ini ramai di forum pembaca.
Ia menutup ponselnya, menatap langit-langit. Haechan sudah hafal betul jalan cerita novel itu. Tentang Sella - gadis biasa yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian enam lelaki luar biasa: Jaemin si dingin namun lembut, Jeno si atletik, Mark si bijak, Renjun si perfeksionis, Chenle si kaya raya, dan Jisung si manis yang diam-diam menyukai Sella sejak awal.
Mereka berlomba-lomba mendapatkan hati gadis itu, menciptakan drama penuh emosi, cemburu, dan air mata. Haechan menyukainya, meski kadang merasa jengah karena semua tokohnya terlalu sempurna.
"Aku ingin sekali tahu, bagaimana rasanya hidup di dunia seperti itu..." katanya pelan.
Ketika Haechan membuka mata, dunia di sekitarnya berbeda. Cahaya matahari menyilaukan matanya, dan aroma bunga melati memenuhi ruangan. Ia mendengar suara lembut memanggilnya.
"Haechan, kau sudah bangun?"
Seorang pemuda dengan rambut pirang lembut dan mata teduh berdiri di sisi ranjang. Ia mengenakan seragam sekolah elit yang tampak sangat familiar.
"Tunggu..." Ia menepuk pipinya sendiri. "Ini mimpi, kan?"
Ia mendapati dirinya benar-benar menjadi Haechan, adik laki-laki sang protagonis yang... tidak pernah disebut dalam novel Love in My Dream.
Tak ada catatan, tak ada dialog, bahkan satu pun baris yang menyebut karakter bernama Haechan. Ia seperti bayangan yang tidak pernah ada.
Namun di dunia ini, keberadaannya nyata. Ia punya kamar sendiri, teman sekolah, dan bahkan kenangan masa kecil dengan Jaemin yang terasa samar-samar tapi nyata.
"Kenapa aku bisa di sini...?" gumamnya suatu malam di depan cermin. "Dan kenapa novel ini berbeda dari yang kuingat?"
Ia mulai menyadari sesuatu. Dalam novel asli, semua tokoh laki-laki sibuk mengejar Sella. Tapi kini, ada perubahan aneh.