jjielrj
Renjun terbangun di tengah hutan, sendirian. Tidak peduli seberapa jauh ia berjalan untuk keluar dari hutan tersebut, yang ia temukan adalah tembok tak kasat mata. Dengan batu, kapak, dan benda keras lainnya ia coba pecahkan, tak bisa.
Hingga waktu berlalu, Renjun hampir terbunuh akan kesepian. Bukan kiasan, sungguhan, secara harfiah, ia akan membunuh dirinya sendiri karena sudah terlalu takut akan sepi.
Langkah kaki seorang pemuda-Jeno namanya-itulah yang menjadi harapan Renjun. Satu-satunya manusia yang langsung Renjun peluk erat, setelah sekian lama hidup sendiri dilingkup bunyi menyeramkan hutan.