yudaalmuzza
Ada perasaan yang tumbuh pelan-pelan,
tanpa pernah diminta,
tanpa pernah diumumkan.
Arif memilih menunggu.
Bukan karena ragu, tapi karena percaya-bahwa waktu adalah tempat paling aman untuk menyimpan rasa.
Radin datang seperti jeda di tengah hidup yang biasa.
Tidak banyak janji, tidak ada pengakuan.
Hanya kebersamaan kecil, percakapan sederhana, dan keyakinan bahwa segala sesuatu akan menemukan saatnya sendiri.
Namun, sebuah kenyataan muncul lebih cepat dari keberanian.
Di hari sidang, semua yang disusun dalam diam runtuh tanpa suara.
Bunga yang tak sempat diberikan, kata-kata yang tak pernah diucapkan, dan senyum yang menjadi terakhir-semuanya berubah menjadi kenangan.
Miniatur Cantik adalah kisah tentang menunggu yang tidak salah,
tentang perasaan yang tumbuh dalam keheningan,
dan tentang belajar menerima bahwa tidak semua yang indah harus dimiliki.