Sooyuu1
- Reads 1,071
- Votes 82
- Parts 7
Kecelakaan itu terjadi begitu saja-tanpa aba-aba, tanpa kesempatan untuk menghindar. Dentuman keras memecah sunyi, menyisakan kerusakan yang begitu parah di tengah jalan yang lengang. Logam terpelintir, kaca berserakan, dan bau tajam bahan bakar bercampur dengan aroma darah yang menguar di udara malam.
Di antara puing-puing itu, dua sosok terkapar. Tubuh mereka gemetar menahan rasa sakit yang menjalar ke setiap sendi, setiap helaan napas terasa seperti sembilu yang mengoyak dada. Mereka berusaha bertahan, berusaha membuka mata yang terasa semakin berat. Namun kantuk yang ganjil-kantuk yang menakutkan-perlahan merayap, menggerogoti kesadaran yang tersisa.
Mata itu akhirnya terpejam, satu per satu, di bawah langit malam yang bisu.
Tiga puluh menit kemudian, suara sirene memecah kesunyian. Lampu-lampu merah dan biru berpendar di antara kerumunan yang mulai memadati lokasi kejadian. Polisi dan petugas medis berlalu lalang, memasang garis pembatas dan mengevakuasi korban dengan wajah tegang. Jalan yang tadi sunyi kini berubah menjadi lautan cahaya dan bisik-bisik panik.
Kecelakaan itu begitu parah-begitu memilukan-hingga dalam hitungan jam kabarnya menyebar ke berbagai penjuru kota, menghiasi layar berita sebagai tragedi yang tak seorang pun ingin menyaksikannya, namun tak bisa diabaikan.