my treasure 🫰 WARNING! SEME MC!
4 stories
Bersikap Manja Adalah Keahlian Ku! [BL] by Cidengg
Cidengg
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 3
Ren adalah badai yang tak terbendung; muda, manja, dan liar. Baginya, kebebasan adalah segalanya, dan kekangan adalah musuh terbesarnya. Semua orang tahu, ia adalah pemuda energik yang mustahil untuk dijinakkan. Di sisi lain, berdiri Lucian Vane. Sosok yang dijuluki sebagai "Bunga di Puncak Gunung". Ia adalah personifikasi dari kedinginan, disiplin, dan efisiensi yang absolut. Tak terjangkau dan tak tersentuh oleh siapa pun. Dua kutub yang saling bertolak belakang, dua kepribadian yang bagai bumi dan langit. Namun, di balik semua perbedaan itu, takdir mengunci mereka dalam satu ikatan yang tak terduga: Pernikahan Resmi. Apa yang terjadi saat si liar yang benci dikekang harus hidup berdampingan dengan sang penguasa disiplin yang dingin? #!!! WARNING, WEAK SEME X STRONG UKE. - Bagi yang gak suka dengan konsep lemah vs kuat, cantik vs tampan, top gak strong, bisa jauh-jauh ya, jangan ngotorin lapak komen dengan pembahasan: "ih, gak cocok." , "kenapa topnya gak siitu..", "terlalu letoy.." atau semacamnya. Mengusung konsep; 1. Si top adalah sosok manja, dia definisi dari 'istri'. jadi jangan kaget kalau nanti dipanggil istri atau nyonya, tapi dia tetap pria dom! 2. uke lebih tinggi, perbandingan; dom 175 x sub 190. gak masuk akal? ini fiksi sayy~ 3. top; manja, konyol, agak ngelunjak, dan pemuda imut yang dimanja semua orang x bott; posesif, tenang, dingin, kalem, dan bunga yang susah dijangkau, dia definisi ketampanan elegan. 5. NO KONFLIK, hanya berisi kehidupan sehari-hari kisah pasutri ini!! saling memanjakan, tapi lebih condong top yang manja. thanks yang udah mau mampir, tolong vote dan review dong kalau menurut kalian menarik. Dan, jangan lupa juga baca ceritaku yang lain dengan konsep yang sama, kalau suka langsung follow sekalian!! (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) [UPDATE SUKA-SUKA, INI CERITANYA SLOW AJA GEDS]
Into the Story? No, Into Myself. by Cidengg
Cidengg
  • WpView
    Reads 3,005
  • WpVote
    Votes 491
  • WpPart
    Parts 12
Aku masuk ke novel Hunter; novel yang ditulis oleh teman SMA yang dulu pernah kupercayai! Aku dikenal sebagai pria dengan cap baik (meskipun sebenarnya sedikit jahat), lembut (tapi kadang kasar), dan peduli (lebih tepatnya cuek) terhadap sesama. Suatu hari, aku menolong seorang anak SMA yang dikeroyok sekelompok anak nakal. Dengan niat baik, aku membuat para pengganggu itu kapok dengan babak belur. Anak itu, berhutang budi, berkata bahwa suatu hari nanti ia akan menebus kebaikanku. Aku hanya tersenyum manis sambil mendorongnya pelan (lebih tepatnya menendangnya cukup keras) hingga tersungkur ke lantai, lalu pergi begitu saja. Bertahun-tahun kemudian kami bertemu lagi, dan tanpa malu ia memberiku novel buatannya secara gratis dan bahkan memaksa agar aku membacanya. Kupikir, masa sih tebusan dari "kebaikanku" dulu hanya sebuah novel bertema Hunter yang terdengar membosankan? Kalau begini caranya, seharusnya aku tidak menolongnya. Karena bosan, aku membaca novel itu di internet dulu, bukan dari buku aslinya, untuk melihat bagaimana orang lain menilai novel murahan ini. Yang mengejutkan, novel itu ternyata terkenal, bahkan sampai menarik perhatian seorang komikus. Tetapi bagiku? Tetap saja membosankan. Tipikal kisah protagonis yang berkali-kali dibunuh oleh antagonis, namun perlahan bangkit menjadi sosok tak terkalahkan. Klise. Aku mendecih. Kenapa pria aneh itu memberiku novel seperti ini? Dan kenapa begitu banyak orang menyukainya?! Dan setelah aku mengeluh seperti itu... keesokan harinya karma menamparku keras. AKU MASUK KE DALAM NOVELNYA?!! Wah, berita mengejutkan... tentu saja akan menyenangkan. Akan menyenangkan... jika saja aku bukan antagonis yang akan dikalahkan di akhir cerita!! Bagaimana caranya aku menghadapi novel murahan ini? • • • Sudut pandang orang pertama pelaku. MC SEME & HAREM WITH POWER BOTTOM. ada gabungan eropa dan Korea, MC campuran.
Cahaya di Tengah Nirwana by Cidengg
Cidengg
  • WpView
    Reads 12,770
  • WpVote
    Votes 1,726
  • WpPart
    Parts 16
Di antara hamparan langit surgawi, ada satu nama yang jarang sekali dipanggil dalam doa, Lian Hua, sang Dewa Bayangan Alam. Tak banyak manusia yang mengenalnya, bahkan para dewa pun sering lupa bahwa ia masih menjaga penjuru dunia. Tugasnya sederhana namun sunyi: menuntun roh-roh yang tersesat agar menemukan jalan pulang. Ia bukan dewa perang, bukan pula dewa kemakmuran. Ia hanyalah penjaga di antara terang dan gelap-bayangan lembut di bawah kelopak teratai putih. Namun Lian Hua tak pernah mengeluh atas pangkatnya yang kecil. Bagi dirinya, melihat satu jiwa tersenyum tenang sebelum lenyap ke alam baka sudah cukup menjadi anugerah. Lembut, tenang, dan penuh welas asih, itulah dirinya. Sebuah ketenangan yang lahir dari masa lalunya sebagai kultivator fana, yang beruntung mencapai kedewaan melalui kesucian hatinya, bukan kekuatan atau ambisi. Hari itu, langit surgawi bergemuruh. Aula utama para dewa diselimuti cahaya suci-seorang kultivator baru naik menjadi dewa. Semua entitas surgawi diwajibkan hadir untuk menyambutnya, dan Lian Hua berdiri di barisan belakang bersama para minor god lainnya. Dari tempatnya, ia hanya bisa melihat siluet sang dewa baru di tengah aula-tinggi, tegap, diselimuti aura yang dingin namun memikat. Bisik-bisik di antara para dewa terdengar samar, menyebut bahwa dewa baru itu memiliki kekuatan yang belum pernah terlihat di kalangan minor god. Lian Hua berjinjit, mencoba menembus pandangan lautan cahaya itu dan di saat itulah mata mereka bertemu. Sekilas, hanya sesaat. Namun dari tatapan itu, Lian Hua tahu... ada sesuatu yang berbeda. Aura yang asing, seperti badai di balik keheningan dan samudra di bawah api surgawi. Nama yang bergema di hatinya saat itu; Tian Zhen. Dan sejak hari itu, nasib sang Dewa Teratai yang dilupakan perlahan berubah.
Ride Of Fate by Cidengg
Cidengg
  • WpView
    Reads 23,772
  • WpVote
    Votes 3,595
  • WpPart
    Parts 24
Selama belasan tahun, Jay menjalani kehidupannya dalam kebisuan. Ia adalah seorang tunawicara, terbiasa menjadi bayangan yang hanya bisa mendengar dan mengamati tanpa pernah bisa menyuarakan penderitaannya. Baginya, dunia tidak pernah berpihak; masalah seolah tertarik pada kelemahannya, membuatnya terisolasi dalam dunianya sendiri. Satu-satunya pelariannya adalah pekerjaan paruh waktu sebagai pelayan kafe, tempat ia bisa bekerja tanpa perlu bicara. Suatu hari, tatanan dunia runtuh. Berita di televisi mengabarkan wabah mematikan yang menyebar lebih cepat dari api. Virus itu tidak hanya membunuh, tetapi membangkitkan kembali yang telah mati, mengubah mereka menjadi predator tanpa kesadaran. Situasi menjadi lebih buruk: virus itu bermutasi. Zombi berevolusi menjadi mutan yang lebih kuat, dan bahkan hewan pun tak luput dari infeksi, berubah menjadi monster buas. Dalam sekejap, kehidupan Jay yang sunyi berubah menjadi mimpi buruk apokaliptik. Ia dipaksa berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang kini dipenuhi jeritan-sebuah kemewahan yang tidak ia miliki. Dengan tergesa, Jay mengemasi mobil tuanya dengan perbekalan apa saja yang bisa ia temukan, bertekad melarikan diri dari ibu kota yang kini telah menjadi sarang kematian. Di tengah keputusasaan dan jalanan yang dibanjiri kengerian, ia menemukan sosok seorang pria tergeletak pingsan di tengah jalan. Digerakkan oleh sisa-sisa kemanusiaannya, Jay mengambil risiko besar untuk berhenti dan membantunya, berniat membawa pria asing itu ke zona aman. Namun, Jay sama sekali tidak menyadari... bahwa pria tak sadarkan diri yang kini bergantung padanya itu, justru ditakdirkan untuk menjadi satu-satunya harapan dan penyelamat dunia dari kekacauan apokaliptik ini.