galaxsysya
Semua orang bercerita tentang ayah mereka-tentang pelukan, cinta pertama, nasihat, dan bahu tempat bersandar.
Cerita ini adalah perjalanan seorang gadis yang belajar dewasa tanpa sosok ayah, mengumpulkan kepingan rasa dari cerita orang lain, dan mencoba berdamai dengan kehilangan yang datang terlalu dini. Tentang rindu tanpa kenangan, tentang kuat yang dipelajari pelan-pelan, dan tentang menerima bahwa tidak semua orang tumbuh dengan cinta yang lengkap-namun tetap berhak bahagia.
Ayah meninggalkan diriku di-usia yang terlalu kecil untuk menyimpan kenangan. Sejak saat itu, ayah hanya hidup sebagai sebuah nama, sebaris cerita, dan foto lama yang tidak pernah benar-benar aku pahami.
Aku tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak pernah kehilangan, namun selalu merasa ada yang kurang. Ketika orang lain mengenang ayah mereka dengan tawa dan air mata, ia hanya mampu bertanya dalam diam dan aku tumbuh dengan satu pertanyaan sederhana yang tak pernah punya jawaban: bagaimana rasanya punya ayah?