SayappPatah
- LECTURES 712
- Votes 190
- Chapitres 9
Awan Pandega adalah anak sulung dari seorang ibu penjual kue. Lahir dalam kesederhanaan, ia tumbuh dengan tekad besar untuk mengubah nasibnya dan keyakinan bahwa keadilan harus diperjuangkan.
Ia memilih Fakultas Hukum bukan demi gelar, melainkan demi mencari keadilan yang tak pernah ia temukan dalam hidupnya sendiri. Bagi Awan, hukum adalah cahaya yang seharusnya melindungi mereka yang lemah.
Namun, keyakinan itu runtuh ketika ia menyadari bahwa dunia tidak selalu berpihak pada kebenaran. Di negeri ini, keadilan bisa dibeli, suara bisa dibungkam, dan nyawa manusia dapat diabaikan.
Suara Awan bukan kisah tentang kemenangan. Ini adalah kisah seorang anak hukum yang berjuang mempertahankan idealismenya di tengah sistem yang rapuh.
Mampukah Awan Pandega menegakkan keadilan, atau justru menjadi korban dari hukum yang ia junjung sendiri?
"Jika keadilan benar-benar buta, biarkan aku yang menjadi matanya. Meskipun akhirnya aku dibutakan olehnya."