...
3 stories
Tidak Ada Aku di Hati Papa by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 207,266
  • WpVote
    Votes 18,498
  • WpPart
    Parts 17
Elzaqta anak Papa. Dari lahir hidup sama Papa. Punya golongan darah yang sama seperti Papa. Punya garis wajah yang hampir menyerupai Papa. Tapi tidak pernah benar-benar menjadi anak Papa.
Artasena dan Dunianya by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 2,821
  • WpVote
    Votes 355
  • WpPart
    Parts 2
"Datang ke alamat ini. Cari perempuan yang namanya Cassandra Amaretha. Bilang sama dia kalau kamu anak Andika dan Eleana. Untuk sementara waktu, kamu lebih baik tinggal sama dia." Siapa sangka, kalimat Papa malam itu ternyata benar-benar menjadi awal dari hancurnya dunia Sena. Dalam satu malam, segalanya berubah. Pertama, papanya yang tersandung kasus korupsi besar itu memilih untuk melarikan diri. Kedua, ia diberitahu bahwa ternyata sang Papa sudah pernah menikah dengan wanita lain jauh sebelum dia bersanding dengan mamanya dan bahkan mempunyai seorang putra yang usianya hanya beberapa bulan lebih tua dari Sena. Laskar-namanya. Lalu yang ketiga, rumah beserta seluruh aset papa akan disita untuk penyidikan dan ia mungkin harus membiarkan rumah tersebut dikosongkan untuk sementara. Dalam kondisi terdesak, Sena yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi itu diminta mencari dan tinggal bersama mantan istri papanya tersebut-beserta saudara laki-laki yang baru ia ketahui keberadaannya setelah 17 tahun. Akan tetapi, masa lalu orang tua mereka yang menyakitkan menjadikan segalanya tidak berjalan mudah. Rumah yang seharusnya jadi tempat pulang paling tenang itu pun justru menjadi tempat di mana luka-luka lama seolah dibangkitkan. Dipaksa tinggal di bawah atap yang sama, bisakah pada akhirnya ikatan persaudaraan tumbuh di antara mereka? Atau justru, pertemuan mereka hari itu akan membawa luka yang lebih dalam untuk semuanya di kemudian hari?
Hujan Bulan Desember by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 97,975
  • WpVote
    Votes 10,437
  • WpPart
    Parts 21
Desember di tahun-tahun sebelumnya, setiap hujan turun bersama angin, akan selalu ada dua gelas teh dan susu hangat di meja. Ada suara berisik di dapur dari Mama yang sibuk memasak untuk mereka. Ada samar-samar suara tawa dari ruang tengah saat Papa menonton acara komedi di televisi. Desember di tahun-tahun sebelumnya, hujan yang dingin itu bahkan masih terasa hangat. Namun, Desember tahun itu, di antara rintik hujan yang jatuh dengan gaduh, di sela-sela angin yang datang memecah kabut, tiba-tiba segalanya berubah. Tidak ada satu pun gelas di meja. Tidak ada masakan Mama yang disiapkan untuk makan malam. Tidak ada televisi yang menyala. Dan tidak ada suara tawa Papa. Desember tahun itu, hujan turun lebih kencang. Terlalu kencang, hingga seisi rumahnya berantakan. _______ Cover by Dta_Graphic