markensisz
Malam itu, langit di Kampung Aji dipenuhi ribuan bintang. Cahaya bulan menyinari desa yang tenang, di mana angin sejuk berhembus perlahan di celah-celah rumah kayu tradisional.
Di dalam sebuah rumah di tengah kampung, seorang bayi lelaki menangis nyaring. Di sekelilingnya, beberapa orang tetua klan berbisik sesama sendiri, wajah mereka dipenuhi kebimbangan.
Ketua klan, Aji Natora, menatap anaknya dengan ekspresi yang sukar dibaca. Isterinya, Sayo, masih terbaring keletihan setelah melahirkan.
Seorang tetua akhirnya bersuara. "Tuan Natora... Anak ini..."
Natora mengangguk perlahan. "Aku tahu."
"Dia... tidak memiliki elemen."
Keheningan menyelubungi bilik itu. Klan Aji adalah keturunan istimewa, setiap ahli lahir dengan satu elemen unik: api, air, angin, bumi, petir, atau cahaya. Namun, bayi yang baru lahir ini... kosong.
Sayo menggenggam tangan suaminya. "Dia tetap anak kita."
Natora menarik nafas dalam. "Ya. Dia anak kita."
Maka, bayi itu diberi nama Aji Kabate, meskipun dia tidak memiliki elemen seperti yang lain.
Namun, apa yang mereka tidak tahu, dia bukanlah kosong, sebaliknya, dia adalah yang paling berbahaya antara mereka semua.