bangpikachan
- Reads 20,502
- Votes 133
- Parts 3
Tak mudah mencari pekerjaan.
Apalagi untuk lulusan SMP seperti Arum. Tanpa angan-angan yang muluk-muluk, ia nekat ke kota untuk mengadu nasib. Menemui Bi Inem-tetangganya di kampung-yang pekan lalu menelepon, katanya ada lowongan pekerjaan menjadi pembantu di tempat majikannya. Tak pilih-pilih pekerjaan dan merasa sudah terbiasa dengan urusan semacam itu, ia pun pergi ke kota untuk menjadi pembantu di rumah keluarga kaya raya.
Pikirnya, menjadi pembantu itu sekadar bersih-bersih rumah, masak. Namun, ternyata ia terlalu naif