RaffiADhinata
"Apakah aku ini masih anak Ibu, atau hanya kanvas yang harus selalu terlihat indah?"
Bagi Ayu, kanvas dulunya adalah rumah tempat ia menamai perasaan tanpa kata. Namun kini, ruang aman itu berubah menjadi penjara tuntutan dan ekspektasi yang menyesakkan. Terjebak di antara ambisi ibunya yang menginginkan piala dan ketakutannya akan kegagalan masa lalu, Ayu justru kehilangan dirinya sendiri di hadapan kanvas yang terus membisu.
Sebuah kisah tentang pergulatan batin, kejujuran dalam berkarya, dan keberanian untuk bersuara di tengah sunyi yang paling dalam. Karena terkadang, yang dibutuhkan seorang seniman bukanlah pujian atas hasilnya, melainkan ruang untuk sekadar dimengerti.