Aelvyrynn
"Mau pergi ke mana kamu sepagi ini?"
Haechan seketika langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam. Jemari tangannya saling bertaut satu sama lain dengan gestur yang sangat gelisah.
"E-Echan ingin pergi k-ke sekolah, h-hyung..." jawabnya terbata-bata karena dilingkupi rasa takut yang luar biasa.
Mark melangkah masuk ke dalam kamar, lalu menutup kembali pintu kayu di belakang punggungnya dengan gerakan pelan.
"Siapa yang sudah memberikan izin padamu untuk melangkah keluar dari apartemenku ini, hmm?"
Derai air mata kembali bergulir membasahi pipi Haechan. Dengan suara yang bergetar hebat, ia memberanikan diri berucap, "Hiks... E-Echan m-mau m-minta i-izin... Echan m-mau pergi k-ke s-sekolah.. b-bisa, kan, hyung..?"
"Tentu saja bisa..." jawab Mark akhirnya dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat tenang.
"Tapi kamu tentu sudah tahu betul, kan, hal apa yang harus kamu lakukan terlebih dahulu jika ingin mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan dariku?"
Seluruh tubuh Haechan seketika langsung menegang kaku.
"T-tapi n-nanti... hiks... Echan tidak bisa j-jalan, hyung... hiks..." ratapnya dengan nada takut.
Mark mencondongkan tubuhnya ke depan lalu berbisik tepat di depan daun telinga sang adik, "Aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu."
"Sekarang, seluruh keputusan berada sepenuhnya pada pilihanmu sendiri, Haechan-ah."
Pilihan? Sejak kapan dirinya memiliki hak untuk memilih di dalam rumah ini?
"Hiks... M-Mark hyung... B-bisa... p-pelan saja...?" pintanya dengan suara parau.
Mark seketika menyunggingkan sebuah seringai miring yang sinis.
"Tentu saja, Sayang. Jika kamu bersikap manis dan penurut, aku pasti akan mempertimbangkan permintaanmu dengan sangat baik,"
❗ Penuh dengan adegan dewasa❗
⚠️ bxb area ⚠️