girliarsverse
- Reads 34,721
- Votes 44
- Parts 2
Noval adalah mahasiswa teknik paling ramah, tegap, dan idaman semua cewek di lokasi KKN. Tapi bagi Ziva, keramahan Noval adalah api cemburu yang membakar harga dirinya. Ziva nggak butuh kata-kata manis; dia butuh bukti kalau Noval hanya miliknya-secara utuh dan brutal.
Saat seluruh desa terlelap dan teman-teman satu posko mendengkur halus, Ziva menyelinap lewat jendela kamar cowok. Di bawah temaram lampu redup, ia menantang sisi "lembut" Noval dengan dominasi yang liar. Sebuah permainan napas di ambang batas: Satu desahan berarti bencana, satu erangan berarti rahasia terbongkar.
Di balik tumpukan jerami dan dinginnya angin malam, mereka belajar satu hal: Janji di Jakarta terlalu lama, dan gairah di tengah KKN terlalu panas untuk dipadamkan.
Ziva merayap di atas tubuh Noval, rambutnya menyapu dada bidang pria itu saat ia berbisik tepat di depan bibirnya yang gemetar.
"Kamu bilang jangan sekarang, Val? Tapi kenapa 'punya' kamu malah lebih jujur daripada mulut manis kamu?"
Tangan Ziva menyelinap ke balik celana, membuat Noval tersentak namun tak berani bersuara.
"Diem... jangan goyang. Kalau ada satu kayu yang berbunyi dan temen-temen kamu bangun, aku bakal jerit sekalian biar mereka tau apa yang lagi aku lakuin ke kamu sekarang."
Noval memejamkan mata, rahangnya mengunci saat lidah panas Ziva mulai bekerja.
"Tahan, Sayang... Aku mau kamu pecah di mulut aku tanpa suara. Kalau kamu berisik, aku berhenti-dan aku bakal biarin kamu tersiksa sampai pagi."