Mrchh__
- LECTURAS 249
- Votos 51
- Partes 2
Dahulu, Istana Baiyuan adalah altar kesucian.
Di selasar yang berlapis emas, Sheng Shaoyou berdiri sebagai perwujudan dari takdir yang sempurna. Aroma bunga teratai putih yang dingin dan anggun menyelimuti dirinya, simbol dari kasta tertinggi yang tak tersentuh. Namun, kemuliaan sang Pangeran Mahkota hanyalah kebohongan yang dibangun di atas tumpukan obat penekan. Ia adalah seorang Omega, bersandiwara dalam zirah ksatria demi menjaga harga diri sebuah dinasti.
Hingga akhirnya, sejarah memiliki cara paling kejam untuk menulis ulang takdir.
Kini, harum teratai itu tenggelam dalam amis karat dan asap pembakaran. Istana Baiyuan yang dulu megah telah menjelma menjadi liang jagal tempat martabat dikuliti hidup-hidup. Kekuasaan tidak lagi turun dari langit, melainkan merangkak naik dari lumpur kasta terendah, diseret oleh tangan-tangan kasar dipenuhi dendam.
Di atas tumpukan mayat para bangsawan, seorang iblis baru telah bertahta.
Hua Yong. Sang Alpha yang lahir dari kerak kasta terendah, namanya dulu hanya layak dibisikkan di barak-barak budak. Ia tidak datang untuk memerintah. Ia datang untuk menelan habis sisa-sisa kemurnian yang pernah menghinanya. Bagi Hua Yong, takhta hanyalah panggung untuk mencambuk balik dunia yang telah merobek punggungnya.
Dendam itu kini tuntas di malam saat takdir bertukar kulit.
Pedang kebanggaan Sheng Shaoyou telah dipatahkan. Lututnya, yang tak pernah tunduk pada siapa pun, kini dipaksa mencium tanah yang bersimbah darah keluarganya sendiri.
Di bawah tatapan rembulan, sebuah takdir baru dipahat.
Mahkota lama telah hancur. Di hadapan sang penakluk, Sheng Shaoyou kini berdiri di persimpangan terakhir.
Antara sumpah untuk membunuh dan paksaan untuk tunduk, siapakah yang akan hancur lebih dulu.
Sang Teratai yang dingin atau sang Alpha yang membara.