ohm_nnn
Dulu aku mengira kalo aku masuk osis aku akan meresakan adanya keluarga, tapi akhirnya aku lupa kalo ternyata keluarga yang mengkhianati kita.
Hai semua, gue Adya birgan kusuma, ya dari nama aja kalian pasti udah tebak gue anak orang kaya kan?
Gak kok, aku hanya dari keluarga biasa yang tumbuh tanpa sosok ibu, dulu ibu bekerja jadi dia jarang ada dirumah aku lebih dekat sama ayah ku.
Sekarang gue udah kelas 10 di sekolah adalah pokoknya, dulu aku kira kalo masuk osis hidup kita bahagia karena ada kesibukan dan gak pulang.
"Adya..."
"Hmm, apa"
"Lo gak papa, soal kemaren" tanya Yakult.
"Gak papa udah lupain aja lagian aku gak salah..." ucap lalu tersenyum.
"Tapi lo tau kan nama lo udah rusak di osis maupun di lain" potong Yakult.
"Gini ya Yakult kamu gak usah mikirin ini, ini gak penting lagian mereka itu cuman ngomong doang" jelas Adya pada Yakult.
"Udah ya, aku mau pergi aku masih ada urusan, duluan" lanjutnya lalu berpamitan pergi.
Tapi ternyata kita osis tetaplah isinya manusia biasa yang bertindak, berkata, tanpa memikirkan orang lain hingga akhirnya keluarga osislah yang mengkhianati anggota keluarga sendiri.
Di atas atap sekolah Adya duduk sendirian, ia masih memikirkan bagaimana cara orang menilainya.
Hingga akhirnya Sky ikut naik dan duduk bersamanya.
"Ya, gue cariin juga lo"
"Heh, kenapa gak nelpon aja"
"Lo gak aktif bangke"
"Hah, eh notifnya gak gue aktifkan, sorry naa"
"Udahlah, lo kenapa disini ada masalah ya? sini cerita sama aku"
"Mata loo, orang gue lagi nikmat hembusan angin disini"
Sky tau Adya bohong mendekat lalu memeluknya, tanpa sabar Adya menangis dipelukan Sky yang mana dia adalah pacarnya.
Masalah sepele doang udahlah, langsung baca aja kalo kepoo