AndraSamudraID
- Reads 7,676
- Votes 59
- Parts 5
Jleb. Jleb. Jleb.
Setiap tusukan terasa sampai ke tenggorokan Rizal.
"Ampuun... Wan... tembus... rasanya tembus ke perut..." Rizal meracau, matanya terbalik ke atas (ahegao). Mulutnya menganga lebar, lidahnya menjulur keluar, meneteskan liur yang bercampur debu.
Sensasi "kepenuhan" (fullness) itu mencapai puncaknya. Rizal merasa tubuhnya bukan lagi miliknya. Dia hanya seonggok daging yang ditusuk sate oleh raksasa ini. Dia tidak bisa lari. Kakinya tidak menapak tanah. Dia terjebak dalam ritme brutal Wawan.