Karya sastra
51 stories
bunga api paling lugu by nona-hujan
nona-hujan
  • WpView
    Reads 993
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 2
kepada bunga api yang meletup di lembar bukuku yang kedua puluh : bibir puisi-puisi ini kuyup menasbihkan namamu
Resonansi Rasa. (Bersauh) by setitik_nadir
setitik_nadir
  • WpView
    Reads 177,267
  • WpVote
    Votes 4,946
  • WpPart
    Parts 80
(Telah terbit). Beberapa part dihapus. Lansiran prosa puitik tentang dialektika rasa. Tuan, puan, apa guna aksara jika tiada di eja? Apa guna bahasa jika tiada untuk dialog semesta? Sekumpulan aksara semenjak jejak terjajak, bahasa bisa resah tatkala pengeja membaca tiada jelas arah. Singgahlah, mungkin tak senyaman rumah, tapi percayalah aksara yang indah akan membuat betah. Salam. *Penanda: Apabila ada yang ingin didiskusikan mari berbincang di kolom komentar.
Biarlah Burung Berkicau Semaunya [COMPLETED] by TantiaSuhara_
TantiaSuhara_
  • WpView
    Reads 2,159
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 57
Puisi yang kutulis ini tentang hikayat romansa di lika-liku kehidupan. Highest rank: #45 dalam SASTRA [11 Januari 2019] #111 dalam Poetry [16 Januari 2019] #79 dalam Poem [30 Januari 2019] #1 dalam Hikayat [31 Januari 2019] © Copyright 2019 | Tantia Suhara
Menalar Yang Niskala by nilakendra_
nilakendra_
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
kumpulan puisi teologi
Sekolah Payah  by dewiql
dewiql
  • WpView
    Reads 229
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 3
Sekolahku, sekolahmu, sekolah kita. Payah. Awal - 2 Juli 2019
RATAP✓ by diahkrln
diahkrln
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
"Dia abadi dalam ingatanku dan dalam puisi Si Penyair Hujan"-Arum [31/03/2023] Hargai tulisan setiap orang yaa, saran yang membangun diterima. Terimakasihh
Karena Ombak tidak pernah Menyesal Mengikis Karang by noisyrabbit
noisyrabbit
  • WpView
    Reads 6,166
  • WpVote
    Votes 1,190
  • WpPart
    Parts 3
[C e r p e n] Murung tidak pernah menyesal menyakiti Riang. [Masih berdiri kokoh walau terkikis]