Dinisari99_Story
- Reads 3,194
- Votes 11
- Parts 88
Sejak kecil, Azka selalu hidup di bawah bayang-bayang label yang salah. Dilahirkan dengan fitur wajah yang terlalu halus dan postur tubuh yang ramping membuat orang-orang di kampungnya selalu memandang Azka sebelah mata. Terlebih lagi, sejak kecil Azka memang lebih banyak bermain dengan teman-teman perempuan, hal yang membuat lingkungan sekitarnya semakin gencar mengejeknya dengan sebutan "cowok lembek" atau "mirip cewek".
Meskipun dicibir, Azka tetap tegar menghadapi masa-masa SMP-nya di kampung. Namun, lelah terus-menerus diremehkan dan ingin membuktikan jati dirinya, Azka mengambil keputusan besar setelah lulus SMP. Dia memilih melanjutkan sekolah SMA ke kota tetangga yang tidak terlalu jauh dari kampung halamannya. Meski jaraknya hanya beberapa jam perjalanan, Azka memilih untuk merantau dan tinggal di kosan sendirian. Bermodalkan restu sang Ibu lewat sambungan telepon, Azka siap membuka lembaran baru di putih-abu-abu.
Namun, dunia SMA di kota ternyata punya tantangan yang sama. Di hari pertama sekolah, fisiknya kembali memancing bisik-bisik dan tawa meremehkan dari gerombolan murid laki-laki di lapangan.
Kali ini, Azka tidak akan menunduk lagi. Di kota orang, Azka memilih untuk berdiri tegap dan melawan. Lewat tatapan dingin dan keberaniannya, Azka siap membuktikan bahwa masa kecilnya yang sering bermain dengan anak cewek tidak membuatnya menjadi pria lemah. Menjadi seorang laki-laki sejati bukanlah tentang seberapa kekar otot yang dimiliki, melainkan seberapa kuat seseorang berdiri teguh menjaga harga diri dan prinsip hidupnya.