Quwind
- Reads 789
- Votes 83
- Parts 12
"I wasn't looking for a savior, and you weren't meant to be a martyr."
Di usia yang hampir menginjak kepala orang ini, Karenina Hartanto masih tidak punya kehidupan selain kerja, kerja, kerja! Terima kasih pada Mas Emil yang sudah menjajah hidupnya sejak kecil, Karen kini sudah sangat ahli dalam menjalani peran sebagai seorang NPC pro max. Bangun-kerja-pulang-tidur, repeat. Tinggal game over saja yang belum.
Karen kira, kehadiran Giovanni Santoso tidak akan ada bedanya dengan klien-klien sebelumnya. Yah, Gio ganteng, sih. Kaya juga. Tinggi, wangi, rapi pula. Tipe Karen banget dari tampang sampai hartanya. Tapi sebagai NPC sejati, Karen cukup tahu diri untuk berpikir bahwa Gio hanyalah kompensasi dari semesta karena sudah membuatnya tidak punya kehidupan sosial. Terlebih karena kliennya yang ganteng banget ini justru tampak "terlalu dekat" dengan Mas Emil, menimbulkan bisik-bisik yang tidak ada habisnya.
Sampai suatu ketika, mereka bertiga terlibat dalam satu kesalahpahaman besar yang mulai menggeser segalanya.
Karen jatuh hati. Gio jatuh hati. Tapi romansa di usia mereka tidak lagi sesederhana kisah remaja.
Ada banyak hal yang tidak dibicarakan. Bergerak atas dasar asumsi. Terlalu sibuk mengkalkulasi, tanpa pernah bernegosiasi, apalagi mencoba mengerti.
Gio menjauh. Karen menyerah.
Dan dari segala hal yang bisa ia perjuangkan, Karen akhirnya memilih dirinya sendiri.
"Can you give me a second chance? To pursue you right this time?"
"You don't even understand what you are talking about right now."