:)
12 stories
Lonely Whale [RE-WRITE] by fuchsiagurl
fuchsiagurl
  • WpView
    Reads 77,681
  • WpVote
    Votes 9,906
  • WpPart
    Parts 16
Bila kau adalah mata, maka aku adalah air matamu. First published on May, 2018. Re-publish on April, 2020.
Bring Me To Life ✔ by fuchsiagurl
fuchsiagurl
  • WpView
    Reads 129,473
  • WpVote
    Votes 16,267
  • WpPart
    Parts 23
Kim Taehyung pernah berharap bahwa ia tidak pernah mengenal Jimin.
Nocturne by fuchsiagurl
fuchsiagurl
  • WpView
    Reads 8,008
  • WpVote
    Votes 1,386
  • WpPart
    Parts 10
Penggalan cerita yang ditulis di malam hari.
+12 more
There For You ✔  by fuchsiagurl
fuchsiagurl
  • WpView
    Reads 385,261
  • WpVote
    Votes 20,136
  • WpPart
    Parts 23
Kita bertujuh, dan selamanya pun akan terus seperti itu. Sudah terbit.
Perfect: Sequel of Bring Me To Life ✔ by fuchsiagurl
fuchsiagurl
  • WpView
    Reads 66,948
  • WpVote
    Votes 8,656
  • WpPart
    Parts 27
Sebuah kisah antar dua insan yang melalui kenangan demi kenangan, musim demi musim, hari demi hari untuk mencari tujuan kemana harus pergi dan berteduh. Sangat disarankan baca book sebelumnya; Bring Me To Life terlebih dahulu.
Us by dianraaa12
dianraaa12
  • WpView
    Reads 344,843
  • WpVote
    Votes 52,771
  • WpPart
    Parts 45
Ini adalah kisah tentang kita. Tentang kita semua. Tentang keributan di pagi hari, tentang kehangatan musim semi, juga tentang bintang di langit kala musim panas. Ada kalanya kita saling membenci, saling mengerjai juga saling menindas satu sama lain, tapi sebenarnya itu adalah bentuk rasa sayang kita. Ini adalah kisah betapa menakjubkannya kehidupanku bersama kalian semua. I love you to the moon and back. Credit pictures to Pinterest. Cover edit by Canva. ©2018, Agustus Dianraaa12
Biwara [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 740,413
  • WpVote
    Votes 80,556
  • WpPart
    Parts 42
ini tentang Biwa dan ambisinya untuk bikin papa dipatuk kobra . . . "Keluar." "Kasih duitnya dulu." "Tergantung apa yang mau kamu beli." "Ular kobra. Biar papa di patuk sampe mati." "Biwara!" . . .
Tujuh Belas, Setelah Tengah Malam by tenzoo
tenzoo
  • WpView
    Reads 6,703
  • WpVote
    Votes 872
  • WpPart
    Parts 19
Pada hari ulang tahunnya yang ketujuh belas, Gong Yuanzhi tidak meniup lilin. Ia menyalakan dupa. Di rumah yang sama, bersama tiga kakak yang mencintainya dengan cara yang terlalu dingin dan terlalu terlambat, Yuanzhi belajar menerima-bahwa kehangatan tidak selalu datang dalam bentuk pelukan, dan keluarga kadang hanya bisa dipertahankan lewat diam. Ketika penyakit merenggut waktunya perlahan, Yuanzhi memilih mendekat. Bukan untuk ditahan. Bukan untuk diselamatkan. Hanya untuk berpamitan. Sebuah kisah tentang kehilangan yang tidak berteriak, penyesalan yang datang setelah semuanya selesai, dan cinta yang akhirnya diakui-tepat setelah tengah malam.
Choco Chips by SnowBubble07
SnowBubble07
  • WpView
    Reads 915,200
  • WpVote
    Votes 105,305
  • WpPart
    Parts 68
"Ma, Yoongi tidak mau punya adik baru! langsung dua pula, super extra biggest no!" --- Bismillah, Start : 13 July 2019 End : - ✒ Story By Lien 🖇 Cover By RiMa_LA
Aleum And 7 by JustKiya_
JustKiya_
  • WpView
    Reads 5,833
  • WpVote
    Votes 709
  • WpPart
    Parts 49
"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."