10_klandestin
Tak ada yang tahu persis peristiwa apa yang membuatnya takut dengan hujan, dan tak ada juga yang mengetahui mengapa ia sangat menyukai pesisir lautan
"Jika di dunia takdirku memang tak pernah bahagia, maka letakkan saja aku dalam dekapmu, tuhan.."
Kepindahannya adalah proses menemui bahagia, namun indahnya takdir, Tuhan menghadirkannya kembali, dalam seorang yang sama namun berbeda
_
"Kenapa harus aku?"
"Pembunuh kayak lo memang pantas di giniin"
Apa? Bohong jika Luana tak sakit hati, bahkan sekarang seluruh tubuhnya terasa remuk hingga hancur. Percuma mencari pembelaan jika kepercayaan tak bisa di dapatkan. Ia melangkah pergi
"Sam, gue memang lebih jahat dari lo, dan se jahat jahatnya gue ga pernah ngeluarin kata sampah kayak lo tadi, dia cewek, Samudra"
"Jangan nyesal, kalau suatu hari lo nggak pernah bisa ngeliat dia ada disini, lagi."
_
"Bertahun tahun aku nunggu kamu di dermaga itu, BERTAHUN TAHUN!"
"Dan kamu kembali hanya untuk membawa luka yang aku sendiri nggak nyangka kamu bisa perlakuin aku begini?"
"Sia sia, sayangnya rinduku hanya sepihak, selama tiga tahun, bahkan lebih"
"Aku pasrah, perlihatkan saja semua lukanya, Tuhan, nanti ada waktunya untuk aku menyerah"
_
"Sakit ya? Baca buku yang berbeda tetapi dengan alur dan akhir yang sama"
"Alurnya beda, dan akhirnya pasti bahagia, pegang kata gue."
*
*
[Wajib follow akun ini selaku penulis]
[Don't Plagiarize!]
[100% Own Work]
_
HAPPY READING!
_
Start ; 20-12-24