Graphene
- Прочтений 106
- Голосов 2
- Частей 35
Bagi Baskara Kalingga Wiratama atau dipanggil Bara, dua belas tahun bukanlah sekadar deretan angka. Perjalanannya dimulai dari sebuah bangku taman kanak-kanak, saat ia pertama kali menyodorkan sepotong roti dan sekotak susu stroberi kepada seorang gadis kecil yang duduk termenung sendirian. Sejak hari itu, Bara bersumpah pada dirinya sendiri: Nareswari tidak boleh merasa sepi lagi.
Beranjak dewasa, Bara tetap menjadi orang yang sama, yang selalu ada di bawah pohon mahoni, yang selalu punya cerita untuk memecah hening, dan yang selalu menyimpan rasa sakitnya rapat-rapat di balik kemeja seragamnya. Bagi dunia, Bara hanyalah pemuda sederhana yang berisik. Namun bagi detak jantungnya yang kian hari kian tak beraturan, setiap napas yang ia hirup adalah perjuangan panjang demi satu hal yang paling sulit ia dapatkan: sebuah senyum tulus dari Hira.
Di saat Hira melangkah jauh ke depan dengan logika dan dunia kesempurnaannya, Bara tetap diam di titik yang sama, menahan nyeri di dadanya yang kian menusuk. Ia tahu waktunya mungkin tidak banyak, namun ia menolak menyerah. Karena bagi Bara, cinta bukan tentang memiliki frekuensi yang sama, melainkan tentang tetap berdetak meski tubuhnya sudah tak lagi kuasa.
Ini adalah cerita tentang ketulusan yang tak terukur, tentang rahasia yang disimpan di dalam kotak cokelat, dan tentang sebuah detak kedua yang diminta Bara kepada Tuhan. Bukan untuk hidup lebih lama, tapi untuk melihat senyum yang ia puja sekali saja.